Pendidikan Sebagai Suatu Sistem


BAB I
PENDAHULUAN

1.1)            Latar belakang
Pendidikan merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.Pendidikan berpengaruh pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang sangat menentukan nasib bangsa.Pendidikan sebagai suatu sistem tidak dapat dipisahkan dengan lingkungan baik fisik maupun makhluk hidup yang lain, karena pelajaran tidak hanya didapat dari pelajaran sekolah ataupun lembaga pendidikan formal, namun pendidikan juga membutuhkan pelajaran dari alam atau lingkungan sekitar.
Dunia pendidikan tidaklah sebatas mengetahui ilmu dan memahaminya, akan tetapi dalam dunia pendidikan sangat berhubungan dengan dunia luar yang nyata. Pendidikan terdiri dari berbagai elemen yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan yang diharapkan bersama, dari hal itu dapat disebut bahwa pendidikan sebagai suatu sistem.

1.2)       Rumusan masalah
a)Apa pengertian pendidikan sebagai satu sistem ?
b)      Apa saja komponen pendidikan ?

1.3)   Tujuan penulis          
a) Menjelaskan pengertian pendidikan
b) Memaparkan tujuan pendidikan
c) Menjelaskan pendidik dalam lingkungan pendidikan
d)Menguraikan peserta didik
e) Menjelaskan  materi pendidikan
f)  Menjelaskan metode,media dan alat pendidikan
g) Menjelaskan tentang lingkungan pendidikan

BAB II
PEMBAHASAN

2.1)         Pendidikan Sebagai Suatu Sistem
Istilah sistem berasal dari bahasa yunani "systema" yang berarti sehimpunan bagian atau komponen yang saling berhubungan secara teratur dan merupakan suatu keseluruhan.
Menurut Zahara Idris (1987) Sistem adalah satu kesatuan yang terdiri atas komponenkomponen atau elemen-elemen atau unsusr-unsur sebagai sumber  yang mempunyai hubungan fungsional yang teratur, tidak secara acak yang salaing membantu untuk mencapi suatu hasil (Product). Juga menurut Totong M. Amirin 1984, system adalah suatu kebulatan/keseluruhan yang komplek atau utuh.    
menurut Bela H. Banathy dalam bukunya Instructional System mengemukakan bahwa sistem berarti satuan objek yang disatukan oleh suatu interaksi atau saling ketergantungan.
Menurut Suhardjo sistem adalah kesatuan fungsional daripada unsur-unsur yang ada untuk mencapai tujuan.
Kata pendidikan berasal dari kata “Pedagogi”, berasal dari bahasa yunani kuno, yang jika dieja menjadi 2 kata yaitu Paid yang artinya anak dan Agagos yang artinya membimbing. Dengan demikian Pendidikan bisa di artikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan proses pembelajaran dan suasana belajar agar para pelajar di didik secara aktif dalam mengembangkan potensi dirinya yang diperlukan untuk dirinya dan masyarakat.
Pendidikan sebagai suatu sistem  adalah suatu komponen yang saling berhubungan secara teratur dalam proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan agar para pelajar tersebut dapat secara aktif mengembangkan potensi di dalam dirinya yang diperlukan untuk dirinya sendiri dan masyarakat. Satu rangkaian yang saling terkait dan tidak dapat di pisahakan satu dan yang lain nya dalam proses mencapai satu tujuan di dalam pengembangakan pendidikan  dan mendewasakan manusia.
Menurut UU republik Indonesia no.2 tahun 1989 tentang sistem pendidikan nasional adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui bimbingan , pengajaran, atau latihan bagi peranannya dimasa yang akan datang. Menurut Zahar Idris (1987) pendidikan nasional sebagai suatu sistem adalah karya manusia`yang terdiri dari komponen - komponen yang mempunyai hubungan fungsional dalam rangka membantu terjadinya proses transformasi atau perubahan tingkah laku seseorang.Pendidikan merupakan salah satu sistem terbuka, karena pendidikan itu tidak akan dapat berjalan dengan sendirinya tanpa berhubungan dengan sistem-sistem lain di luar sistem pendidikan. Ciri-ciri pendidikan sebagai sebuah sistem terbuka antara lain:
a)      Mengimpor energi, materi, dan informasi dari luar. Pendidikan mendatangkan pengajar, uang, alat-alat belajar, para peserta didik, dan sebagainya dari luar lembaga pendidikan.
b)     Memiliki pemroses. Pendidikan memproses peserta didik dalam aktivitas belajar dan pembelajaran.
c)      Menghasilkan output atau mengekspor energi, materi, dan informasi.
d)     Merupakan kejadian yang berantai. Memproses peserta didik (input pendidikan) merupakan kegiatan yang beruang-ulang dan saling berkaitan.
e)      Memiliki negative entroppy, yaitu suatu usaha untuk menahan kepunahan dengan cara membuat impor lebih besar dari pada ekspor. Dalam pendidikan hal ini dilakukan dengan cara mengantisipasi perubahan lingkungan dan memperbaiki kerusakan.
f)       Memiliki alur informasi sebagai umpan balik untuk memperbaiki diri.Segala informasi yang terkait dengan pendidikan dimanfaatkan oleh penyelenggara pendidikan untuk mengambil keputusan dalam rangka mempertahankan dan memperbaiki pendidikan.
g)      Ada kestabilan yang dinamis. Pendidikan selalu dinamis mencari yang baru, memperbaiki diri, memajukan diri agar tidak ketinggalan zaman, bahkan berusaha mengantisipasi dan menyongsong masa depan.
h)     Memiliki deferensiasi, yakni spesialisasi-spesialisasi. Dalam organisasi pendidikan ada bagian pengajaran, keuangan, kepegawaian, kesiswaan atau kemahasiswaan dan sebagainya.Masing-masing bagian ini masih dapat dipilah-pilah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil lagi.
i)        Ada prinsip equifinalty, yaitu banyak jalan untuk mencapai tujuan yang sama. Para pendidik boleh berkreasi menciptakan cara-cara baru yang lebih baik dalam usaha memajukan pendidikan.

2.2)         Komponen Pendidikan



TUJUAN













 


  PENDIDIK                                                                                                        MATERI








 




PESERTA DIDIK                                                                                            METODE,MEDIA dan ALAT








 




LINGKUNGAN

a)    Tujuan Pendidikan
Tujuan pendidikan adalah sebagai mana yang tampak dalam falsafah pancasila dan UUD 1945 .Tujuan pendidikan juga mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia indonesia seutuh nya.Dalam pasal 31 ayat 3 menyebutkan “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional,yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta ahlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa sebagimana yang di atur dalam UUD.Dalam pasal 31 ayat 5 menyebutkan “pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi ddengan menunjang tinggi nilai-nilai agama danpersatuan bangsa untuk kemajuan peradaban.
Tingkah laku manusia, secara sadar maupun tidak sadar tentu berarah pada tujuan. Demikian juga halnya tingkah laku manusia yang bersifat dan bernilai pendidikan. Keharusan terdapatnya tujuan pada tindakan pendidikan didasari oleh sifat ilmu pendidikan yang normative dan praktis.
i)        Ilmu pengetahuan normatif
Sebagai ilmu pengetahuan normative, ilmu pendidikan merumuskan kaidah-kaidah, norma-norma atau ukuran tingkah laku perbuatan yang sebenarnya dilaksanakan oleh manusia.
ii)      Ilmu pengetahuan praktis
Tugas pendidikan atau pendidik maupun guru ialah menanamkan sistem-sistem norma tingkah laku perbuatan yang didasarkan kepada dasar-dasar filsafat yang dijunjung oleh lembaga pendidikan dan pendidik dalam suatu masyarakat.
Tujuan umum pendidikan tergantung pada nilai-nilai atau pandangan hidup tertentu. Pandangan hidup yang menjiwai tingkah laku manusia akan menjiwai tingkah laku pendidikan dan sekaligus akan menentukan tujuan pendidikan manusia.
Drs. Suwarno (Pengantar Pendidikan Umum 1985) mengemukakan beberapa pandangan tentang tujuan pendidikan dari Langeveld dan FH. Phonnik sebagai berikut:
(1)   Tujuan Umum
(2)   Tujuan Khusus
(3)   Tujuan Tidak Lengkap
(4)   Tujuan Sementara
(5)   Tujuan Isidental
(6)   Tujuan Intermedier

b)    Pendidik
Salah satu komponen penting dalam pendidikan adalah pendidik. Terdapat beberapa jenis pendidik dalam konsep pendidikan sebagai gejala kebudayaan, yang tidak terbatas pada pendidik di sekolah saja. Ditinjau dari lembaga pendidikan muncullah beberapa individu yang tergolong pada pendidik. Guru sebagai pendidik dalam lembaga sekolah, orang tua sebagai pendidik dalam lingkungan keluarga, dan pimpinan masyarakat baik formal maupun nonformal sebagai pendidik dilingkungan masyarakat. Sehubungan dengan hal tersebut yang termasuk kategori pendidik adalah sebagai berikut:
i)        Orang Dewasa
Orang dewasa sebagai pendidik dilandasi oleh sifat umum kepribadian orang dewasa, sebagaimana dikemukakan oleh syaifullah yaitu, manusia yang memiliki pandangan hidup yang pasti dan tetap, manusia yang telah memiliki tujuan hidup atau cita-cita hidup tertentu termasuk cita-cita untuk mendidik.
ii)       Orang Tua
Kedudukan orang tua sebagai pendidik, merupakan pendidik yang kodrati dalam lingkungan keluarga. Artinya orang tua sebagai pendidik utama dan yang pertama yang berlandaskan pada hubungan cinta kasih bagi keluarga atau anak yang lahir di lingkungan keluarga mereka.Kedudukan orang tua sebagai pendidik sudah berlangsung lama, bahkan sebelum ada orang yang memikirkantentang pendidikan.
iii)     Guru/Pendidik di Sekolah
Guru sebagai pendidik di sekolah yang secara langsung maupun tidak langsung mendapat tugas dari orang tua atau masyarakat untuk melaksanakan pendidikan. Karena itu kedudukan guru sebagai pendidik harus memenuhi persyaratan-persyaratan baik persyaratan pribadi maupun persyaratan jabatan.
Persyaratan pribadi didasarkan pada ketentuan yang terkait dengan nilai dari tingkah laku yang dianut, kemampuan intelektual, sikap dan emosional. Persyaratan jabatan (profesi) terkait dengan pengetahuan yang dimiliki baik yang berhubungan dengan pesan yang ingin disampaikan maupun cara penyampainnya dan memiliki filsafat pendidikan yang dapat dipertanggungjawabkan.
iv)    Pemimpin Masyarakat dan Pemimpin Keagamaan
Peran pemimpin masyarakat menjadi pendidik didasarkan pada aktifitas pemimpin dalam mengadakan pembinaan atau bimbingan kepada anggota yang dipimpin. Pemimpin keagamaan sebagai pendidik tampak pada aktifitas pembinaan atau pengembangan sifat kerokhanian manusia, yang didasarkan pada nilai-nilai keagamaan.
Pendidik pada hakikatnya bertanggung jawab penuh dala proses pendidikan agar mengarah pada tujuan pendidikan.

   Lingkungan Keluarga                                    lingkugan Masyarakat








 


                              
  Lingkungan Sekolah

c)     Peserta didik
Fungsinya ialah belajar.Diharapkan peserta didik mengalami proses perubahan tingkah laku sesuai sesuai dengan tujuan sistem pendidikan.Contohnya,berapa umurnya,berapa jumlahnya,bagaimanatingkat perkembangannya, pembawaannya, motivasinya untuk belajar, dan sosial ekonomi orang tuanya.
Peserta didik tidak hanya orang-orang yang belajar di sekolah dan mengenakan seragam sekolah saja,atau mereka yang bersekolah di lembaga formal. Kalau dulu orang mengansumsikan peserta didik terdiri dari anak-anak pada usia sekolah, maka sekarang peserta didik dimungkinkan termasuk juga didalamnya orang dewasa.Namun peserta didik juga mereka yang mengikiuti program pendidikan di lembaga masyarakat atau mereka yang mengikuti pembelajaran-pembelajaran di lembaga  atau forum islami.

d)    Materi pendidikan
Fungsinya untuk menggambarkan luas dan dalamnya bahan pelajaran yang harus dikuasai peserta didik. Juga mengarahkan dan mempolakan kegiatan – kegiatan dalam proses pendidikan. Contohnya, isi bahan pelajaran untuk setiap mata pelajaran atau mata kuliah, dan untuk pengalaman lapangan.
Isi pendidikan memiliki kaitan yang erat dengan tujuan pendidikan. Materi pendidikan yang dipelajari berdasar kan pada lembaga yang di ikuti,jika peserta didik mengikuti lembaga formal maka materi pembelajaran nya di buat dan di sahkan oleh kemendikbud. Untuk mencapai tujuan pendidikan perlu disampaikan kepada peserta didik isi/materi yang biasanya disebut kurikulum dalam pendidikan formal.Macam-macam pendidikan tersebut terdiri dari pendidikan agama, pendidikan social, pendidikan keterampilan, pendidikan jasmani dll. jika pendidik mengikuti lembaga swasembada masyarakat maka materi pembelajaran nya di sesuaikan dengan lembaganya seperti lembaga pertanian,kelompok  pkk dan sebaginya.

e)     Metode,media dan alat pendidikan
(1)   Metode
Cara bagaimana mendidik,menggunakan agar dapat memilih dan menggunakan metode yang tepat dan sesuai dengan tujuan dari pendidikan dan sesuai dengan kondisi yang mendukung.         
Proses pendidikan memungkin kan terjadi nya interaksi antara pendidik dan peserta didik sehingga metode pendidik di dasarkan pada pola hubungan ke dua belah pihak,menurut Drs.Suwarmo 1985 membedakan jenis metode pendidikan:
1.metode dictatorial
Metode ini bersumber dari teori empiris yang menyatakan bahwa perkembangan manusia semata-mat ditentukan oleh faktor luar manusia. Metode ini menimbulkan sikap dictator dan otoriter, pendidik yang menentukan segalanya.
2.metode liberal
Bersumber dari pendirian Naturalisme yang berpendapat bahwa perkembangan manusia itu sebagian besar ditentukan oleh kekuatan dari dalam yang secara wajar ada pada diri manusia. Pandangan ini menimbulkan sikap bahwa pendidik jangan terlalu banyak ikut campur terhadap perkembangan anak. Membiarkan anak berkembang sesuai dengan kodratnya secara bebas.

3.metode demokrasi
Bersumber dari teori konvergen yang mengatakan bahwa perkembangan manusia itu tergantung pada faktor dari dalam dan dari luar. Didalam perkembangan anak kita tidak boleh bersifat menguasai anak, tetapi harus bersifat membimbing perkembangan anak. Disini tampak bahwa pendidik dan anak didik sama-sama penting dalam proses pendidikan untuk mencapai tujuan.
(2)    Media pendidikan
Pada era teknologi yang semakin maju ini, media pendidikan juga semakin  berkembang. Sehingga dapat diklasifikasikan dari jenisnya, daya liputnya dan dari bahan serta cara pembuatannya, seperti pada pembahasan berikut ini:
(a)    Dilihat dari jenisnya, media dibagi ke dalam:
Ø  Media auditif
Media auditif adalah media yang hanya mengandalkan  mendengar suara saja. Misalnya: radio, cassete recorder, piringan hitam. Media ini tidak cocok untuk orang tuli (tuna rungu) atau mempunyai kelainan dalam pendengaran.
Ø  Media visual
Media visual adalah media yang hanya mengandalkan indra pengelihatan. Misalnya media visual yang menampilkan gambar diam seperti film strip (film rangkai), slides (film bingkai) foto, gambar atau lukisan dan cetakan. Dan media visual yang menampilkan gambar atau simbol yang bergerak seperti film bisu dan film kartun. Media ini tidak cocok untuk tuna netra atau orang buta. Levie dan Lentz (mengemukakan empat fungsi media pembelajaran, khususnya media visual, yaitu:
*                  Fungsi atensi merupakan inti, yaitu menarik dan mengarahkanperhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran.
*                  Fungsi afektif media dapat dilihat dari tingkat kenikmatan siswa ketika belajar (atau membaca) teks yang bergambar. Sehingga dapat menggugah emosi dan sikap siswa.
*                  Fungsi kognitif media visual terlihat dari temuan-temuan penelitian yang mengungkapkan bahwa lambang visual atau gambar memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar.
*                  Fungsi kompensatoris media pembelajaran terlihat dari hasil penelitian bahwa media visual yang memberikan konteks untuk memahami teks membantu siswa yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatnya kembali.
Ø  Media audiovisual
Media audiovisual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Jenis media ini meliputi kedua jenis media yang pertama dan kedua. Media ini dibagi ke dalam:
-          Audiovisual diam, yaitu media yang menampilkan suara dan gambar diam seperti film bingkai suara (sound slides), film rangkai suara dan cetak suara.
-          Audiovisual gerak, yaitu media yang dapat menampilkan unsur suara dan gambar yang bergerak seperti film suara dan video cassete.
-          Audiovisual murni, yaitu baik unsur suara maupun unsur gambar berasal dari satu sumber seperti film video-cassete.
-          Audiovisual tidak murni, yaitu media yang unsur suara dan unsur gambarnya berasal dari sumber yang berbeda, misalnya film bingkai suara yang unsur gambarnya bersumber dari slides proyektor dan unsur suaranya bersumber dari tape recorder. Contoh lainnya adalah film strip suara dan cetak suara.




(b)   Dilihat dari daya liputnya, media dibagi dalam:
Ø  Media dengan daya liput luas dan serentak
Penggunaan media ini tidak terbatas oleh tempat dan ruang serta dapat enjangkau jumlah anak didik yang banyak dalam waktu yang sama. Contoh: radio dan televisi.
Ø  Media dengan daya liput yang terbatas oleh ruang dan tempat
Media ini dalam penggunaannya membutuhkan ruang dan tempat yang khusus deperti film, sound slide, film rangkai, yang harus menggunakan tempat yang tertutup dan gelap.
Ø Media untuk pengajaran individual
       Media ini penggunaannya hanya untuk seorang diri. Yang termasuk dalam media ini adalah modul berprogram dan pengajaran melalui komputer.
(c)    Dilihat dari bahan pembuatannya, media dibagi dalam
c.1 Media sederhana
       Media ini bahan dasarnya mudah diperoleh dan harganya murah, cara pembuatannya mudah, dan penggunaannya tidak sulit.
c.2 Media kompleks
Media ini adalah media yang bahan dan alat pembuatannya sulit diperoleh serta mahal harganya, sulit membuatnya dan penggunaannya memerlukan ketrampilan yang memadai.

(3)    Alat pendidikan
Fungsinya untuk memungkikan terjadinya proses pendidikan yang lebih menarik dan lebih bervariasi. Contohnya film, buku, papan tulis, peta. Alat pendidikan di arahkan sebagai situasi dan kondisi serta perilakuan dan tingkah laku serta hal yang di lakukan dengan sengaja dan terencana yang lansung atau tidak lansung
3.a) alat pendidikan kebendaan
Demi mewujudkan pendidikan yang efektif di butuhkan alat-alat pendidik sebgai penunjang ruang kasusu di lengkapi dengan sarana dan para sarana pembelajaran.Contoh:laptop,lcd,komputer,papan tulis,dan alat peraga lain nya.


3.b) alat pendidk bukan kebendaan
1. Teladan
2. Perintah
3. Nasehat
4. Hadiah
5.    Pujian
6.    Larangan
7.      Hukuman

f.      Linkungan pendidikan 
1.Lingkungang keluarga
Keluarga merupakan pengelompokan primer yang terdiri dari sejumlah kecil orang yang mempunyai hubungan pertalian darah.Keluarga dikenal sebagai linkungan pendidikan utama,dalam sistem pendidikan nasional tahun 1989 menyatakan secara jelas dalam pasal 10 ayat 4,bahwa”keluarga merupakan bagian dari jaringan pendidikan luar sekolah yang banyak memberikan ppengetahuan,sikap dan sangat berpengaruh pada anak.
2.Lingkungan sekolah
Sekolah adalah suatu hal yang tidak bisa di pungkiri lagi,karena kemajuan zaman,perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.jalur pendidikan sekolah merupakan pendidikan yang di selenggarakan sekolah dalam melalui program yang terencana dan berkesinambungan dan mempunyai keseragaman pola yang bersifat nasional,untuk mencapai tujuan pembangunan nasional,sekolah harus mampu menumbuh kembangkan anak sebagai mahkluk individu melalui pembekalan di bidang studi.
3.Lingkungan masyarakat
Masyarakat adalah salah satu lingkungan pendidikan yang sangat-berpengaruh terhadap perkembangan pribadi  seseorang.Masyarakat mempunyai peran penting mencapai tujuan nasional.Kaitan masyarakat dengan pendidikan adalah masyarakat sebagai penyelenggara pendidikan,baik yang di lembagakan maupun yang tidak di lembagakan.Lembaga masyarakat atau kelompok di masyarakat baik lansung atau tidak lansung mempunyai peran dan fungsi edukatif.Dalam masyarakat tersedia berbagai sumber baik yang di rancang maupun dimanfaatkan,perlu pula  ingat bahwa manusia dalam bekerja dalam kehidupan sehari-hari,dari ke3 hal di atas masyarakat terlihat berperan penting yaitu dalam rangka membantu pendidikan,penyelenggara pendidikan,membantu dengan biaya,tenaga dan bahkan menyediakan lahan untuk didirikan fasilitas pendidikan.  























BAB III
PENUTUP

3.1)         KESIMPULAN
Pendidikan merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.Pendidikan bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan karakter manusia indonesia seutuh nya,yaitu manusia yang beriman pada masing-masing kepercayaan nya serta memiliki pengetahuan,keterampilan dan memupuk segala potensi yang ada agar dapat digunakan dan di manfaatkan.
Pendidikan sebagai suatu sistem  adalah suatu komponen yang saling berhubungan secara teratur dalam proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan agar para pelajar tersebut dapat secara aktif mengembangkan potensi di dalam dirinya yang diperlukan untuk dirinya sendiri dan masyarakat. Satu rangkaian yang saling terkait dan tidak dapat di pisahakan satu dan yang lain nya dalam proses mencapai satu tujuan di dalam pengembangakan pendidikan  dan mendewasakan manusia.

3.2)            SARAN
Pada era teknologi yang semakin maju ini alangkah baiknya pemerintah lebih memerhatikan dan meningkatkan mutu pendidikan agar dapat menunjang untuk dapat memiliki pekerja yang berkualitas dan tercpitanya tenaga kerja yang berpendiddikan,memiliki skil,sehingga negara kita memiliki generasi  yang cerdas serta pengagguran di Indonesia berkurang.




DAFTAR PUSTAKA

Syafril, Zen Zelhendri, dkk(2012), Pengantar Pendidikan.Padang: Sukabina Press.
Mudyahardjo,Redja2001.Pengantar Pendidikan.Jakarta:Raja Grafindo Perkasa.
di akses pada tanggal 21 November 2015







Komentar